Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memiliki 5 calon tunggal dalam Pemilu Raya (Pemira) 2015. Calon tunggal berasal dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK), Pendidikan Keolahragaan (PKO), Ilmu Keolahragaan (IKA), Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan calon senator Dewan Mahasiswa Fakultas (DMF). Sebelumnya FIK memilki calon tunggal dari calon ketua HMJ, BEM, dan DMF. Setelah mengetahui hal ini pihak Komisi Pemilihan Umum Fakultas (KPUF) FIK melakukan upaya untuk menanggulangi calon tunggal dengan memperpanjang waktu pendaftaran. Menurut Panca, Koordinator Logistik Pemira FIK, pendaftaran yang seharusnya ditutup pada 18 November 2015 akhirnya ditutup sehari kemudian, namun hanya ada satu calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lagi yang mendaftar. Pengunduran penutupan pendaftaran ini mengakibatkan pengunduran juga pada tanggal pencoblosan pada Pemira FIK mundur satu hari yaitu baru akan dilaksanakan hari ini, Kamis (26/11).

Terkait perpanjangan waktu ini, KPUF telah melakukan koordinsi dengan Panwas. Hal yang senada juga diungkapkan oleh Penanggung Jawab Panwas FIK, Ido Nur Abdulloh. “Kami (pihak Panwas-red) mengapresiasi KPUF yang telah telah berusaha untuk mengantisipasi calon tunggal dengan memperpanjang waktu pendaftaran dan membuat passing grade suara untuk calon tunggal” tutur mahasiswa dari IKA ini.

Muhammad Rusdi berkata bahwa passing grade suara yang masuk hanya ditetapkan untuk calon tunggal dengan presentase 70% untuk calon ketua HMJ dan 25% untuk calon senator DMF, ungkap calon senator DMF yang berasal dari IKA ini.Selain itu, pihak Panwas juga merasa kecewa dengan adanya calon tunggal dan antusiasme rekan-rekan FIK yang sangat kurang. Oleh karena itu, Ido menghimbau kepada para mahasiswa, khususnya Mahasiswa Baru (Maba) untuk pro aktif pada Pemira kali ini. “Pada dialog interaktif yang pernah saya lakukan beberapa waktu yang lalu, salah satu pemateri pernah mengatakan bahwa pihak universitas akan memberikan poin bagi mereka yang menyoblos sebagai syarat untuk memenuhi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), namun hal ini masih wacana dan belum diresmikan” kata Ketua Umum DMF FIK ini.(hna/pti//gia)

Tinggalkan Balasan