Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang (UM) Jumat (27/10)melakukan seruan aksi damai dalam rangka memeringati hari sumpah pemuda. Awalnya, kegiatan ini direncanakan akan dimulai pukul 07.00-10.30 WIB, titik kumpul aksi di depan Gedung Ruang Registrasi (RR) A3, kemudian dilanjutkan berkeliling UM dengan rute Fakultas Ilmu Pendidikan-Fakultas Ekonomi-Fakultas Sastra-Masjid Al Hikmah-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam–Fakultas Ilmu Keolahragaan-Fakultas Teknik-Pasca Sarjana-Unit Kegiatan Mahasiswa dan titik refleksi di Bundaran Gedung Rektorat.

Namun, kegiatan ini baru dimulai pukul 09.00 WIB sehingga ada perubahan jalur aksi, yaitu dari RR-masjid Al Hikmah dan langsung ke rektorat.   “Tadi karena kendala teknis, pertama megaphone tadi masih pinjam di Asrama Putra, kemudian beli pilox untuk tulisan serta menunggu jam kuliah selesai ternyata jam segini pergantian jam maksudnya banyak massa yang datang, ” ucap Ahmad Syarif Fajarul Ihsan, Menteri Politik BEMU.

Kegiatan ini merupakan seruan mereka terhadap keapatisan mahasiswa saat ini, tujuan dari aksi ini salah satunya adalah mengingatkan kembali betapa pentingnya peran mahasiswa dalam kemajuan dan perkembangan demokrasi di Negara ini.  Seperti yang diungkapkan oleh M. Khoiril Fatihin, Presiden Mahasiswa UM,  “Kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa khususnya bahwa pemuda– pemuda UM masih peduli, pemuda di UM tidak lupa dengan perjuangan pendahulu kita untuk mengucapkan janji sumpah pemuda di ratusan tahun yang lalu,” tuturnya. Aksi damai ini berlangsung dari pukul 09.00 dan diakhiri pukul 10:30. Kegiatan aksi tersebut meliputi pembacaan puisi, melakukan orasi, dan menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa, seperti yang diungkapkan Ahmad Syarif, “Dengan  turun ke jalan dengan orasi dan puisi bisa lebih menjiwainya, karena dengan orasi dan puisi serta menyanyikan lagu kebangsaan itu akan lebih tertangkap jiwa dan semangatnya,”ungkap Syarif.

Kegiatan aksi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa pemuda memiliki peran penting untuk bangsa, seluruh rakyat Indonesia, “Kalau kita melihat kondisi di UM kita ketahui bersama bahwa mahasiswa di UM sudah mulai lupa dengan peran-perannya,” tambah Irul. Hal Senada juga diungkapkan oleh syarif , “Tujuan aksi ini untuk mengingat atau mengenang jasa-jasa pemuda dan pemudi tahun 1928 sehingga kita bisa mengilhami apa harapan pemuda-pemudi tahun 1928 itu.”

Seruan aksi yang diagendakan oleh BEM UM ini memiliki tanggapan positif dari salah satu peserta aksi. Salah satunya ,Aida Mawadah  Noor, “Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya aksi ini, soalnya menumbuhkan semangat sumpah pemuda yang semakin dilupakan,” ungkap Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan ini. Ia juga menambakan bahwa aksi tersebut kekurangan massa dan berharap agar tahun depan kegiatan tersebut dapat lebih dikoordinasikan dengan baik. (Mt/yns//bia)

 

Tinggalkan Balasan