Rabu (21/3) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2018 di gedung Graha Cakrawala. Pemilihan Mawapres ini merupakan ajang bergengsi UM yang bertujuan untuk menjaring mahasiswa-mahasiswa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, namun juga memiliki etika yang baik.

Grand Final Pemilihan Mawapres UM 2018 ini diikuti oleh dua puluh empat mahasiswa Program Sarjana dan tiga mahasiswa dari Program Diploma. Sebelum akhirnya terpilih sebelas mahasiswa berprestasi yang akan lanjut ke tahap final, dua puluh tujuh mahasiswa tersebut telah melalui berbagai proses seleksi. Rangkaian seleksi mulai dari pengiriman karya, portofolio, sampai dengan penilaian potensi keterampilan (skill), sikap (attitude), mental, dan psikologis, serta pengembangan diri dalam berkomunikasi dan berpikir kritis. Dari tiap seleksi terdapat poin-poin tersendiri yang kemudian diakumulasi.

Heny Kusdiyanti, Ketua Pelaksana Pemilihan Mawapres UM 2018, dalam sambutannya menuturkan bahwa pemilihan mahasiswa berprestasi tersebut dilaksanakan mulai proses seleksi tingkat fakultas, ke tingkat universitas, dan selanjutnya mahasiswa berprestasi yang terpilih akan mewakili UM menuju tingkat nasional. Dari berbagai tahap seleksi tersebut terpilih Indra Febrianto, mahasiswa Fakultas Ekonomi sebagai Mawapres I Program Sarjana dan Yusuf Mahesa dari Fakultas Teknik sebagai Mawapres I Program Diploma.

Selain kategori mahasiswa berprestasi, terdapat kategori mahasiswa terfavorit dan mahasiswa berbakat. Kategori mahasiswa terfavorit dinilai berdasarkan banyaknya like foto di Instagram dan pertimbangan dewan juri dari keaktifan saat pembekalan. Mahasiswa terfavorit diraih oleh Sendy Hanggrawan, mahasiswa Fakultas Teknik, sedangkan kategori Mahasiswa Berbakat diraih oleh Dedek Handayani, mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan.

Setelah menjadi Mawapres 1 UM 2018 Program Sarjana, Indra akan menyiapkan diri untuk lanjut ke mawapres nasional. “Saya berharap bisa mengharumkan nama UM di kancah nasional dan bisa lolos di Mawapres nasional. Tentunya saya akan menyiapkan diri untuk itu,” tegasnya.

Tidak berbeda dengan Indra, Yusuf Mahesa yang sebelumnya tidak memiliki angan-angan menjadi Mawapres 1 UM Program Diploma, ia berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dan juga ingin membawa UM ke kancah nasional. Di akhir sesi wawancara ia menuturkan pesannya untuk teman-teman mahasiswa, “Kita sebagai mahasiswa tidak hanya belajar di perkuliahan tetapi juga dapat berprestasi menyalurkan aspirasi, berkarya dan juga berorganisasi. Jadi, kita tidak boleh berdiam diri saja karena dunia mahasiswa ini sangat luas, keluarlah dari zona nyaman”.

Keinginan kedua Mawapres terpilih tersebut sejalan dengan harapan Heny Kusdiyanti yang dituturkan kepada salah satu reporter Siar ketika diwawancarai. Dosen Jurusan Manajemen UM ini berpesan untuk Mawapres terpilih bahwa hari ini bukan tahap akhir dari prestasi mereka, namun sebuah jalan mereka untuk membawa UM ke jenjang nasional. “Tidak cukup sampai di sini, mereka adalah pentolan-pentolan dan harapan dari UM untuk tetap berkarya. Jadi tidak berhenti pada prestasi saat ini, mereka ditunggu untuk prestasi-prestasi selanjutnya,” pungkasnya. (Wis//Bia)

Tinggalkan Balasan