Malang (13/5), pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang telah sampai tahap akhir. Musyawarah Kota ke-10 (Muskot X) PPMI Kota Malang sempat dilakukan pending karena beberapa pertimbangan forum.

Sebelumnya pada Sabtu (5/5), telah dilangsungkan Muskot X di gedung lobby UKM Universitas Brawijaya (UB) dengan agenda laporan pertanggung jawaban pengurus PPMI Kota Malang periode 2017-2018. Selanjutnya pada Minggu (6/5), dilangsungkan pemilihan Sekjend PPMI Kota Malang untuk periode 2018-2019. Akan tetapi, karena forum tidak memenuhi maka dilakukan pending dan dilanjutkan kembali pada Sabtu (12/5) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma).

Setelah melalui musyawarah serta proses lobbying, terpilihlah Ugik Endarto dari LPM Siar sebagai Sekjend PPMI Kota Malang Periode 2018-2019. Dengan mengusung visi mewujudkan kemerdekaan pers khususnya bagi lembaga pers mahasiswa, Ugik ingin membawa PPMI agar mampu menjawab persoalan yang terjadi di LPM.

“Saat ini di Kota Malang sendiripun kemerdekaan pers itu masih dipertanyakan, karena selama saya menjadi pengurus tahun lalu, di PPMI itu banyak menemukan permasalahan yang menimpa LPM, entah kemerdekaan pers itu sendiri dilakukan oleh kampus yang seharusnya melindungi, malah menjadi aktor yang paling dominan menghalangi kemerdekaan pers mahasiswa di Kota Malang,” ungkapnya.

Ugik berharap dalam masa jabatannya sebagai Sekjend, pers mahasiswa dapat memanfaatkan PPMI sebagai wadah untuk menguatkan LPM atau menjadikan LPM sebagai lembaga pers mahasiswa yang independen, kritis dan selalu bersedia menjadi watch dog. Selain itu, pria yang berusia 22 tahun itu juga berpesan agar teman-teman LPM di Kota Malang tidak patah semangat untuk berjejaring dan saling menguatkan. “Jangan putus di tengah jalan ketika ada masalah dan pupuk terus independensi kemudian kemerdekaan pers itu jadikan cita-cita yang benar-benar harus dicapai,” imbuhnya.

Faizal Ad Daraquthny, Sekjend PPMI Periode 2017-2018 berpesan kepada Sekjend yang terpilih agar menjaga dan membangun kembali kultur PPMI yang saling menguatkan, karena PPMI berbasis di LPM. Menurut Ade, ketika LPM itu kuat dan peduli satu sama lainnya, maka PPMI akan turut kuat mengikuti.

Ade berpesan agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan amanah ini tidak dijadikan beban. Karena Sekjend dilihat bukan dari jabatannya, melainkan dari perannya yang sebaik mungkin. “Harapanku, PPMI kedepan bisa menjadi wadah yang menghidupkan LPM, hubungan emosional kuat lintas LPM, dan tentunya penguatan peran persma di masyarakat,” imbuhnya. (ida//wis)

 

Tinggalkan Balasan