Lagu Ambilkan Bulan selama beberapa waktu menjadi pengiring kegelapan di area Ibu Kota, Banten, Jawa Barat, dan beberapa daerah di Jawa Tengah, untuk menerangi hidupnya yang kelam di malam gelap.

Tragedi blackout PLN menjadi perbincangan hangat sedikit panas selama beberapa hari lalu. Baik di kalangan remaja, dewasa, intelek, bahkan penyandang gelar ras terkuat di muka bumi (emak-emak) tak ingin ketinggalan menyuarakan cuitan-nya.

Hampir sebagian besar cuitan, menyebutkan rasa kecewa, marah, dendam kesumat terhadap tragedi pemadaman listrik tersebut. Memang, di negara ber-flower ini kebutuhan pokok tidak lagi berjumlah tiga, tetapi empat; yakni sandang, pangan, papan, dan per-paiduan. Tulisan ini tidak akan membahas perpaiduan tersebut, sebab hal itu sudah berceceran di seluruh penjuru kota.

Jika kita mau sejenak saja berhenti melihat kelamnya malam dan beralih memandang kerlap-kerlip cahaya bintang (meskipun kecil), maka kita akan sadar bahwa selalu ada sekelumit kebaikan dibalik segumpal keburukan.

Tragedi pemadaman listrik tidak selalu berdampak negatif. Berikut beberapa dampak positif dari tragedi Blackout PLN. Beberapa daftar di bawah ini juga dapat menjadi langkah alternatif yang dapat diambil, apabila blackout terjadi lagi.

Pemanfaatan kondisi gelap gulita sebagai arena permainan tradisional Petak Umpet secara masal.

Dulu permainan ini harus mencari tempat yang tersembunyi agar mendapatkan tempat umpet yang benar-benar aman dan biasanya hanya ditemui di daerah pedesaan. Kemunculan tragedi blackout PLN menjadikan area perkotaan seperti DKI Jakarta, dapat digunakan sebagai teritorial Petak Umpet dadakan.

Pemadaman listrik dengan skala cukup luas semakin menambah kuota peserta permainan ini dan akan menambah keseruan permainan. Jika pemadaman listrik terjadi lagi, jangan khawatir. Permainan seru sedang menanti kalian, wahai generasi millennial yang tak akan melupakan permainan tradisional. Bermainlah Petak Umpet, jangan hanya mengumpet dari serangan balik mantan!

Membangun keakraban antar-tetangga

Keakraban yang kental antar tetangga selama ini perlahan mulai luntur, karena demam gawai pintar lebih diminati, daripada tegur-sapa-cerita antar-tetangga. Pemadaman listrik tentu memberikan dampak pada rutinitas keseharian di dalam rumah, sebab rerata kegiatan rumah menggunakan aliran listrik. Air Conditioner, lampu, televisi, gawai pintar yang akan meninggal jika tidak dicharge, dan lainnya.

Ketakberdayaan terhadap kondisi tersebut, akan memaksa mereka keluar dari rumah dan memancing percakapan terhadap manusia-manusia di sekitarnya. Jika diamati lebih jauh, ternyata tragedi blackout PLN mampu mengembalikan trah manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya.

Mendukung youtubers yang menggeluti konten prank-prank hantu

Kegelapan dalam skala luas memermudah pembuatan video-video berbau horor atau mistis. Meskipun bernuansa prank. Pembuatan konten yang maksimal dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah yang dapat dikatakan lumayan.

Mungkin sudah saatnya kita sadar bahwa ide layak dihargai mahal. Jika kalian menganggap pemadaman listrik dapat menghambat pekerjaan, cobalah berpikir lebih mistik atau horor, jangan mulut yang dijadikan horor!

Membahagiakan para produesn dan penjual lilin

Setiap pemadaman membutuhkan penerangan, satu di antara alat penerangan adalah lilin. Pemadaman listrik ternyata dibutuhkan untuk keseimbangan perekonomian. Jika tidak ada pemadaman listrik, mungkin lilin hanya digunakan untuk ritual ngepet.

Di era industri 4.0 seperti sekarang, pencurian uang dengan media ngepet kurang diminati karena risiko yang terlalu besar; yakni nyawa! Media pencurian uang yang lebih diminati adalah kejahatan cyber, sebab risikonya tidak sampai bertaruh nyawa, paling hanya dikurung dalam masa yang ditentukan dan masih bisa dikurangi. Lebih aman, ‘kan?

Selain untuk produsen dan penjual lilin, tragedi blackout PLN juga membahagiakan produsen dan penjual genset. Bagi pemilik lembaran merah dan biru yang berlebih, mereka lebih memilih genset daripada lilin. Jagad Per-genset-an mengalami laris manis penjualan selama tragedi pemadaman listrik. Memang benar, semesta selalu adil dalam membagikan rezekinya masing-masing. Ada yang kehilangan rezeki, ada pula yang tertimpa rezeki nomplok.

Menjadikan umat manusia lebih banyak bersyukur

Kesadaran terhadap urgensi penerangan dapat dirasakan ketika kegelapan datang. Sama halnya dengan rasa manis anggur dapat dirasakan karena pernah mencicipi anggur yang kecut. Seorang lelaki disebut tampan karena ada lelaki yang diberikan standar jelek.

Semoga kita menyadari bahwa betapa besar jasa Pe El En dalam menerangi dunia kita sebagai ganti dari matahari. Dari lubuk hati yang paling dalam, terima kasih Pe El En.

Editor: Rizka Ayu Kartini

BAGIKAN
Berita sebelumyaDari Mahasiswa, Oleh Mahasiswa, Untuk Mahasiswa (Baru)
Berita berikutnyaRebah di Lambung Bumi
Penulis merupakan pendidik di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Memiliki nama Akhmad Idris dan tinggal di Jalan Simo Kwagean Kuburan nomor 46, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur. Dapat dihubungi lewat instagram: @elakhmad.

Tinggalkan Balasan