Malang- Pemilu Raya (Pemira) Universitas Negeri Malang (UM) dilakukan secara online pada Selasa (15/12). Pelaksanaan Pemira dimulai pukul 07.00-16.00 WIB dengan cara e-voting pada website pemira.um.ac.id.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) UM telah mengunggah video tutorial e-voting di sosial media, salah satunya instagram @officialkpuum. Selain KPU UM, Komisi Pemilihan Umum Fakultas (KPF) juga melakukan sosialisasi serupa, seperti halnya yang telah dilakukan KPU Fakultas Eknomi (KPU FE) yang menggunakan media sosial Instagram serta menyebarkan melalui berbagai grup angkatan. Hal yang sama juga dilakukan oleh KPU Fakultas Ilmu Keolahragaan (KPU FIK). “Kami melakukan sosialisasi selain dari instagram juga lewat Whatsapp, dan kami juga meminta perwakilan tiap offering untuk mensosialisasikan pemira. Bahkan kami meminta WD I dan II untuk membuat video sosialisasi agar Mahasiswa FIK mengikuti Pemira,” jelas Iron Erlangga Kuswandi, selaku ketua KPU FIK.

Setiap KPU fakultas memiliki persiapan yang berbeda-beda dalam kegiatan Pemira. Misalnya KPU Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang dilakukan secara online dan offline. Kegiatan offline dilakukan untuk pelaksanaan Techical Meeting (TM) kepada semua pasangan calon (paslon) berikut tim sukses (timses). Sementara KPU Fakultas Teknik (FT) dilakukan secara online. Yusril Mahendra, Ketua KPU FT, menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan secara online berdasarkan rekomendasi dari Wakil Dekan (WD) FT karena dalam kondisi pandemi, “Kita berusaha bagaimana menciptakan pemira online.” tuturnya pada Jumat (18/12).

Akan tetapi, pada hari pelaksanaan Pemira, website pemira.um.ac.id tidak bisa diakses karena kendala down server. Hal tersebut menjadikan Pemira online tidak berjalan secara maksimal karena kendala server sudah dimulai sejak awal pelaksanaan pemira hingga tenggat waktu selesai. KPU FE bersama pihak KPU dari fakultas lain telah melakukan follow up kepada PTIK selaku pihak yang menjalankan server. “Dari KPFIK sendiri sudah menanyakan pada PTIK pusat namun hanya disuruh sabar dan terus mencoba lagi, jadi saya juga cuma bisa menjawab demikian ketika ditanya karena itu bukan kapasitas dari KPF.” terang Iron.

Iron juga menambahkan bahwasanya dari KPU beberapa fakultas berdiskusi untuk meminta tambahan waktu Pemira namun tidak disetujui. “Kita juga ingin protes karena hal tersebut menjadikan Pemira ini nggak fair, karena banyak suara yang tidak masuk. Namun karena KPU pusat dan PTIK sudah mengesahkan kalau tidak ada Pemira ulang, ya sudah kami menjalankan apa yang telah diputuskan, terlepas kalaupun nanti ada banyak yang protes, karena kami hanya menjalankan anjuran dari atasan.” tambahnya.

Kendala server ini disayangkan oleh Ketua KPU FIP, Imam Fanggi Sampurna. Menurutnya, antusias Warga FIP yang ikut melakukan pemilihan sangat tinggi, dibuktikan dengan suara yang masuk dari FIP lebih banyak dibandingkan dengan fakultas yang lain. KPU FIP telah membuka layanan aduan dan mendapat 300 mahasiswa yang mengalami kesulitan memilih. Menurut Imam, seharusnya Pemira online menjadi lebih mudah karena dapat memilih di mana saja kapan saja.

“Mungkin karena server down ini jadi ya suara yang masuk tidak maksimal. Seharusnya bisa 2000 lebih DPT yang masuk. Dikarenakan server down ya bisa apa kita KPU?” tandasnya.

Hingga berita ini dirilis, Ketua KPU UM tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (dza/kmg//mta)

Tinggalkan Balasan