Malang — Mahasiswa baru (Maba) angkatan 2020 Universitas Negeri Malang (UM), memberikan keluh kesahnya ketika LPM Siar membuka rubrik Siambat UM di Instagram pada Senin (15/3). Salah satunya terkait jas almamater UM untuk Maba 2020 yang masih belum terdistribusi secara merata kepada masing-masing mahasiswa. Jas almamater yang sejatinya dibagikan pada awal semester gasal, masih mengendap di rektorat hingga pertengahan semester genap.

Permasalahan mengenai belum terdistribusinya jas almamater membuat Maba 2020, sedikitnya mengalami kendala dalam beberapa hal. Muhammad Misbahudin Daffa Kuswanto, mahasiswa UM angkatan 2020 Fakultas Teknik menyampaikan keluhannya, “Jas almamater ini sangat dibutuhkan saat kita mengikuti organisasi, yang biasanya mengharuskan (anggotanya) menggunakan jas almamater. Bahkan biasanya, saya sampai meminjam (jas) teman atau kakak tingkat. Namun, masalah lain muncul jika teman saya juga harus menggunakan jasnya. Saya akhirnya kebingunan mencari pinjaman (jas),” paparnya ketika dihubungi melalui sambungan WhatsApp pada Kamis (18/3).

Daffa berharap agar pihak kampus segera mendistribusikan jas almamater kepada Maba 2020, “Saya harap pihak kampus segera membagikan jas almamater, sebab boleh jadi jas itu dibutuhkan saat kegiatan tertentu atau saat kondisi genting. Biar mahasiswa sendiri tidak ribet,”

“Untuk pendistribusian, jika letak masalahnya adalah Covid-19, maka (jas) bisa dikirim melalui jasa pengiriman. Atau, bila ada keterlambatan pembuatan dan semacamnya, sebaiknya diinformasikan kepada mahasiswa,” tambah Daffa.

Hal senada juga diutarakan oleh Indah Choirun Nisa, mahasiswa UM angkatan 2020 Fakultas Ilmu Sosial, ketika dihubungi pada Kamis (18/3). “Saya sedikit kecewa. Seharusnya meskipun (kuliah) daring, harus ada kepastian perihal pendistribusian jas almamater. Atau, setidaknya ada kejelasan apa kendalanya,”

Keluhan yang disampaikan beberapa mahasiswa angkatan 2020 menunjukkan bahwa keterlambatan pendistribusian jas almamater sudah dirasa cukup lama. “Ini sudah melewati satu semester, yang mana itu sudah setengah tahun. Padahal mahasiswa pasti membutuhkan jas almamater secepatnya,” tegas Daffa.

Terkait permasalahan jas almamater, Taat Setyohadi, Kemahasiswaan UM Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Informasi, dan Kerjasama (BAKPIK) menjelaskan bahwa jas almamater untuk mahasiswa UM angkatan 2020 telah selesai dibuat sejak Mei 2020. Namun, kendalanya terdapat pada kondisi Covid-19, sehingga pendistribusian jas masih belum dapat dilakukan. “Sebenarnya jas almamater itu sudah selesai dibuat sejak Mei, bahkan sekarang ini barang masih rapi dalam gudang. Untuk pendistribusiannya, kami harus mengantongi izin dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 terlebih dahulu,” ujar Taat ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (23/3).

Pendistribusian jas almamater sendiri harus melewati berbagai macam prosedur. Taat mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berupaya memberikan kejelasan terkait pendistribusian jas almamater untuk mahasiswa angkatan 2020. “Kita sudah melakukan perizinan terhadap Satgas Covid-19 terkait pendistribusian jas almamater ini. Soalnya, nanti akan ada (jas) juga untuk angkatan 2021. Kalau yang 2020 belum didistribusikan, kita bakal kesusahan juga. Semoga pihak Satgas Covid-19 segera mengizinkan mahasiswa ke Malang. Dalam waktu dekat, kita akan berkoordinasi dan memberikan kejelasan kepada mahasiswa.”

Lebih lanjut, Taat menambahkan, “Untuk pengiriman jas alamamater melalui jasa pengiriman, kami punya banyak pertimbangan. Kami pikir, nanti mahasiswa akan lebih ribet. Soalnya nanti mahasiswa bakal foto sendiri lalu mengunggah foto tersebut. Hal ini akan berimbas pada pencetakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM),”

Taat juga menegaskan, bila terdapat mahasiswa yang datang untuk meminta jas almamater, maka dengan senang hati akan dilayani. “Bila ada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan jas almamater secepatnya, bisa datang ke Kemahasiswaan. Itu memang salah satu hak mahasiswa sendiri, asalkan tetap dengan protokol kesehatan Covid-19 dan tidak datang secara bersamaan atau berkerumun. Jika itu dipatuhi, dengan senang hati akan kami layani dan kami berikan jas almamaternya.” (emp//agl)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here