Bantu UMKM di Desa Majangtengah, Mahasiswa KKN UM Dampingi Pemasaran Produk lewat Marketplace dan Media Sosial – #SiaranKKN2021

Malang – Pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) di Dusun Kedawung, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang resmi berakhir pada Minggu (11/7). Selama pendampingan UMKM yang dimulai sejak 20 Juni tersebut, mahasiswa KKN UM membantu pemasaran produk UMKM di Dusun Kedawung melalui marketplace (Shopee) dan media sosial, khususnya Facebook.

“Ada sepuluh warga yang tercatat masih aktif menjalankan UMKM di Dusun Kedawung. Beragam jenis UMKM ada di sini, mulai dari tempe, budidaya ikan, pengrajin batu bata, pengrajin alat masak, aneka produksi camilan ringan seperti keripik singkong, keripik talas, dan lain sebagainya.” tutur Poniman, Kepala Dusun Kedawung.

Untuk mendampingi beragam UMKM tersebut, mahasiswa KKN UM yang terdiri dari 16 orang dibagi menjadi beberapa kelompok. Kegiatan dimulai dengan melakukan survei untuk mengetahui UMKM apa saja yang perlu dikembangkan pemasarannya. Selanjutnya, mahasiswa KKN UM melakukan pendampingan dari pekan ke pekan.

Program kerja mahasiswa KKN UM disambut hangat oleh warga. “Saya senang dengan kehadiran teman-teman KKN ini. Sebenarnya saya ingin memasarkan produk ke Shopee, tapi tidak ada yang mendorong untuk menggunakannya. Alhamdulillah berkat tim KKN, produk saya bisa terdaftar di Shopee. Saya belajar cara membuat akun dan memasukan produk saya yang lain dengan arahan dari tim KKN,” terang Frengki, anak dari pemilik usaha Keripik Kelinci Mas.

Frengki (tengah)

Selain itu, mahasiswa KKN UM membantu pemasaran dengan meningkatkan kualitas tampilan produk mulai dari pencayahaan foto, desain stiker, dan kemasan yang menarik. Lebih lanjut, mahasiswa KKN UM juga membantu pelaku UMKM untuk mengelola media sosial. Salah satu media sosial yang ditawarkan adalah Facebook. “Sebenarnya saya sudah punya Facebook. Tapi saya tidak rajin posting produk karena bingung menulis kalimatnya bagaimana, dan tidak ada foto produk yang menarik,” ungkap Supardi, pemilik UMKM aneka cemilan Kerang Emas. Untuk itu, mahasiswa KKN UM memberikan arahan tentang cara mengelola Facebook, dan membagikan beberapa tips untuk membuat kalimat penawaran dan foto yang menarik.

Supardi (tengah)

Mengingat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), penutupan dari pendampingan UMKM berlangsung pada Minggu (11/7) dengan menerapkan protokol kesehatan seperti membatasi peserta yang hadir, menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak satu sama lain. Melalui program kerja pendampingan UMKM, mahasiswa KKN UM berharap agar produk UMKM di Dusun Kedawung dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Pewarta: Josef Ardin

Penyunting: Avif Nur Aida

Tulisan ini berasal dari kontributor dan diterbitkan sebagai bagian dari rubrik spesial #SiaranKKN2021 yang bertujuan untuk mendokumentasikan kegiatan KKN mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Tinggalkan komentar