Penggunaan Jasa Joki Tugas di Kalangan Mahasiswa

Di dunia perkuliahan, mahasiswa yang mendapat tugas dari dosen merupakan hal lumrah. Terdapat berbagai karakter mahasiswa dalam menyelesaikan tugas mulai dari mengerjakan secara mandiri sampai berkelompok. Namun, di masa pasca modern, muncul alternatif permasalahan tersebut melalui jasa joki. Usaha ini menawarkan jasa pengerjaan tugas, pekerjaan rumah, dan sejenisnya dengan imbalan uang.

Pada tanggal 22 Juni – 30 Oktober 2022, Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Siar telah melakukan riset dengan menyebarkan kuesioner mengenai “Penggunaan Jasa Joki Tugas di Kalangan Mahasiswa”. Dari kuesioner tersebut diperoleh sebanyak 25 responden yang berasal dari berbagai kalangan mahasiswa. 

Di era teknologi, informasi berkembang semakin pesat. Sebanyak 72% atau 18 responden menjumpai jasa joki di media sosial, 20% mendapat info dari mulut ke mulut. Layanan yang digunakan pun beragam, sebanyak 28% menggunakan layanan jasa esai, 24% menggunakan jasa makalah, 20% menggunakan jasa artikel, 16% menggunakan jasa desain ataupun editing video, 12% menggunakan jasa Power Point, Pemrograman, dan Ujian Tengah Semester maupun Ujian Akhir Semester. Sebanyak 8% menggunakan jasa karya ilmiah, paper atau jasa tulis, dan skripsi. Tawaran jasa yang tersedia di media sosial dirasa mudah diakses oleh calon pengguna dan banyaknya pilihan jasa joki tugas sehingga menjadi salah satu faktor pertimbangan untuk menggunakan jasa joki tugas.  Harga menjadi pertimbangan terbesar untuk memilih suatu layanan joki tugas menurut responden, sebesar 84% setuju dengan hal itu, pertimbangan lainnya seperti kualitas sebesar 72%, kecepatan sebesar 68%, testimoni pelanggan sebelumnya sebesar 52%, ketersediaan sebesar 44%, dan kepercayaan sebesar 4%. 

Kita ketahui bahwa setiap permasalahan memiliki taraf kesukaran yang berbeda-beda, begitu pun dengan kemampuan akademik mahasiswa yang beragam. Sebanyak 80% responden setuju bahwa tugas sifatnya terlalu kompleks dan 32% responden beranggapan juga tugas tidak terkait dengan mata kuliah yang dipelajari. Mereka kesulitan dalam mengerjakan tugas, seperti kesulitan dalam menyusun argumen atau ide-ide yang akan diungkapkan dalam tugas (36%), kurangnya pengalaman atau keterampilan dalam menyelesaikan jenis tugas tertentu (seperti membuat presentasi, menulis makalah atau semacamnya) (32%), dan sulit memahami instruksi atau soal serta mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas (28%). 

Hal itu tidak terlepas dari kurangnya pemahaman responden terhadap materi pelajaran, sebanyak 44% responden kurang memahami konsep-konsep yang diajarkan, 36% responden kurang percaya diri dalam kemampuan akademiknya, dan 24% responden juga kurang inisiatif dalam meminta bantuan ke dosen maupun teman untuk memahami materi pelajaran. Kendala tersebut diperparah dengan tenggat waktu pengumpulan tugas yang terbatas. Hal ini dibuktikan dengan hasil kuisioner yang menunjukkan bahwa sebanyak 60% responden memandang banyaknya tugas akademik tidak berbanding lurus dengan waktu yang diberikan. Selain itu, 40% responden memiliki kepadatan di luar akademik seperti bekerja paruh waktu maupun bekerja dan sebanyak 48% juga kesulitan dalam mengatur waktu. Akibatnya, mereka mengalihkan tugas ke joki. Menurut data riset, 35 responden sudah menggunakan layanan joki tugas sekitar 1 sampai 5 kali. 

Responden menjelaskan gambaran teknis layanan jasa joki tugas dimulai dari media sosial. Selanjutnya, kedua belah pihak beralih ke platform komunikasi seperti whatsapp dan telegram. Di sana, calon pengguna jasa menjelaskan tugas masing-masing. Setelah itu, dilakukan kesepakatan terkait deadline dan harga. Kesepakatan ini menghasilkan harga jasa joki tugas yang beragam. Rata-rata 52% responden membayar kurang dari Rp100.000. Namun, sebanyak 28% responden membayar jasa joki tugas di rentang harga Rp100.000 – Rp300.000. Selain itu sebanyak 4% responden membayar jasa joki sebesar Rp400.000 – Rp1.100.000 ada juga yang dibawah Rp50.000. Setelah joki selesai mengerjakan tugas, jawaban berupa file dikirimkan kepada pengguna jasa. Tingkat kepuasan pengguna jasa terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 88% responden sangat setuju dengan hal tersebut. Dan Tingkat kepercayaan responden terhadap layanan jasa joki yang digunakan sebesar 76%.

Teknis jasa ini sejatinya menyerahkan tugas seseorang kepada penyedia joki untuk diselesaikan. Artinya, seseorang tidak mengerjakan tugasnya sendiri. Hal tersebut menimbulkan sejumlah dampak. Sebanyak 64% responden sepakat bahwa tugas mereka mendapat nilai yang baik. Kecemasan dan stres terhadap tugas pun berkurang, sebanyak 92% responden setuju dengan hal itu. Namun, kemampuan belajar dari 52% responden dalam memahami materi tidak meningkat. Sebanyak 76% responden cenderung berorientasi kepada hasil daripada proses dalam penyelesaian suatu tugas. Dampak lainnya dari penggunaan jasa joki tugas ini membuat 48% responden merasa ketergantungan terhadap jasa joki tugas. Kemudian kurangnya percaya diri dengan kemampuan akademik sendiri dirasakan 52% responden.

Penulis : Wulan suci
Gambar : Endah Nur Rohima

Editor : Ahmad Farid

Tinggalkan komentar