19 Juli 2024 1:48 PM
Search

Mahasiswa Independen UM, bersatulah!

Dalam kehidupan demokrasi kampus UM (Universitas Negeri Malang), dapat kita temui berbagai macam latar belakang mahasiswa. Diantaranya adalah

Dokumentasi/LPM Siar

Dalam kehidupan demokrasi kampus UM (Universitas Negeri Malang), dapat kita temui berbagai macam latar belakang mahasiswa. Diantaranya adalah mahasiswa yang berlatar belakang OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus), dan mahasiswa berlatar belakang independen atau tak terikat himpunan apapun.

Melalui opini ini, penulis akan banyak membahas mengenai mahasiswa UM yang berlatar belakang independen. Secara realita yang ada, harus diakui bahwa mahasiswa yang berlatar belakang OMEK memiliki peran yang aktif di dalam kehidupan demokrasi kampus. Hal itu dapat kita rasakan di dalam pesta demokrasi kampus atau yang biasa dikenal sebagai PEMIRA (Pemilu Raya).

Dalam menghadapi kompetisi di PEMIRA, mahasiswa yang memiliki latar belakang OMEK jelas sudah memiliki persiapan yang matang. Hal ini dikarenakan OMEK memiliki kaderisasi yang sangatlah baik. Sehingga mahasiswa yang tergabung di dalamnya telah memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang organisasi. Dengan adanya kemampuan lebih tersebut, maka menjadi wajar jika calon kandidat yang menang dalam suatu PEMIRA mayoritas adalah mahasiswa berlatar belakang OMEK.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan mahasiswa yang memiliki latar belakang independen. Jarang sekali ditemui adanya calon dari mahasiswa independen yang berhasil menang dalam PEMIRA. Jangankan untuk menang, adanya mahasiswa independen yang berani untuk mengajukan diri sebagai calon kandidiat dalam PEMIRA pun dapat dihitung dengan jari.

Hal ini menjadikan mahasiswa independen seolah terlihat apatis dalam demokrasi kampus. Perlu ditekankan bahwa ini bukanlah suatu pertanda baik, dikarena mahasiswa adalah agent of change. Ingatlah! agent of change! Sehingga, sudah seharusnya mahasiswa berperan aktif dalam membuat inovasi baru dalam hal apapun yang dapat memberikan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Wahai teman-temanku, para mahasiswa independen, janganlah kalian mau untuk menjadi ataupun dilabeli sebagai mahasiswa apatis. Janganlah juga kalian takut untuk unjuk diri sebagai mahasiswa independen. Karena kita semua, tanpa terkecuali, termasuk ke dalam “AGENT OF CHANGE”, sekaligus generasi penerus bangsa ini.

Saya percaya, di benak kita semua, sama-sama terdapat ide-ide yang luar biasa. Jangan kalian biarkan ide dan inovasi kalian menjadi debu di pikiran semata yang akan lenyap begitu saja. Sekaranglah saatnya bagi kita para mahasiswa independen untuk bersatu dan melangkah maju guna mewujudkan ide-ide pembaharuan tersebut.

Tak perlu kita harus membentuk wadah organisasi, jika kalian takut itu akan mengubah latar belakang kita sebagai mahasiswa independen. Hal utama yang haruslah kita lakukan sangatlah sederhana, yaitu berkumpul dan duduk melingkar untuk saling mengenal satu sama lain.

Dalam kesempatan yang hangat itu, marilah kita saling menuangkan ide-ide pembaharuan yang terpendam dalam pikiran kita. Sehingga kita bisa bersatupadu dan bersama-sama melangkah maju sebagai mahasiswa independen. Marilah kita tunjukkan pada semua orang, bahwa kita mahasiswa independen bukankanlah sekelompok mahasiswa yang apatis.

Tulisan ini saya buat tanpa adanya maksud untuk memihak siapapun maupun menjelekkan pihak manapun. Saya menulis hal ini untuk memberikan gebrakan kepada seluruh mahasiswa independen (termasuk diri saya sendiri) agar tidak minder dan mau untuk maju dalam PEMIRA.

Menang ataupun kalah dalam PEMIRA bukan masalah, namun seorang mahasiswa harus berani untuk membuat suatu perubahan. Karena mahasiswa adalah agent of change yang paling berperan menentukan arah bangsa dan negara.

Maka dari itu, sebelum melangkah lebih lanjut ke ranah negara dan bangsa Indonesia yang lebih luas, kampus UM tercinta sebagai miniatur negara layak menjadi tempat pertama bagi mahasiswa independen untuk bangkit dan menunjukkan diri mereka.

Mahasiswa (independen) UM, bersatulah!

Penulis: Michael Aprillino Fernandes – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Sejarah angkatan 2016.

Penyunting: Rizka

*) Ayo menjadi kontributor dengan mengirimkan tulisanmu ke surel kami, [email protected] atau ke 083111646499 via WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA