Rumahku yang Berusia 81 Tahun

Generasi ke generasi telah berulang kali berganti menempati rumah ini.Mereka lahir,Mereka tumbuh,Mereka hidup.Yang kuncup bertaruh peluh menimba hikmah,Dan

Riska Yulistiya/Siar

Generasi ke generasi telah berulang kali berganti menempati rumah ini.

Mereka lahir,
Mereka tumbuh,
Mereka hidup.

Yang kuncup bertaruh peluh menimba hikmah,
Dan yang rimpuh bertaruh peluh mengais nafkah.

Setiap tahun mereka selalu menggema, bahwa hidup ini telah merdeka.
Namun entah apa makna merdeka bagi mereka.
Karena selama apa, keringatnya tak pernah menjelma harta.
Bahwa hidupnya seperti sengaja tuk dibuat tak sejahtera.

Pantaskah kau sebut hidup ini telah merdeka, jika harga pendidikan tak sebanding dengan upah keluarga.
Pantaskah kau sebut hidup ini telah merdeka, jika dapatkan nafkah yang tak seberapa saja masih susah.
Dan pantaskah kau sebut hidup ini telah merdeka, jika hasil jerih payah kita justru tumbuh di perut mereka.

Mereka yang berlagak melebihi kuasa Sang Pencipta,
Dengan lancang mengenyahkan siapa yang menuntut merdekanya,
Seolah rumah ini milik pribadinya.
Sedang Tuhan saja, tak pernah menghalau hambanya,
Barang ia seorang pendosa.

Rumahku,
Semoga kau tak harus menunggu hingga usia yang keseribu,
Tuk temukan tuan yang dapat menyejahterakan seisimu.

Penulis: Hertina Novia S (Anggota Magang)
Ilustrasi: Riska Yulistiya/Siar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


šŸ”Ž Apa yang ingin kamu cari?
Search
šŸ”„Terbaru