14 Juli 2024 9:09 PM
Search

Maba Ojo Bingung – Hal Ini Sering Terjadi Pada Kita Semua

Sebagai mahasiswa UM tercinta, apa kamu pernah mengalaminya? Senang sekali rasanya menjadi bagian dari kampus yang libur duluan

Dokumentasi/LPM Siar

Sebagai mahasiswa UM tercinta, apa kamu pernah mengalaminya?

Senang sekali rasanya menjadi bagian dari kampus yang libur duluan dan masuk belakangan, kampus yu-em The Learning University. Saat mahasiswa kampus lain masih dipusingkan dengan serentetan ujian dan setumpuk tugas akhir, mahasiswa UM sudah bisa berkemas dan menempuh liburan semester genap yang kurang lebih tiga bulan lamanya.

Lini masa sosial media pun jadi dipenuhi beragam meme kebanggan mahasiswa kampus pendidikan ini, mengucapkan selamat tinggal dan selamat berjuang pada warga kampus tetangga.

Saat berada jauh dari kampus, tetap saja kita harus membawa nama baik kampus. Ya setidaknya begitu bagi mahasiswa yang baik. Soalnya, pasti bakal ditanyain kan, kuliah dimana? semester berapa? setelah ini kerja dimana? Ya kurang lebih kayak gitu rentetan pertanyaan yang saya terima dari sanak family, handai taulan di kampung halaman.

Berani taruhan, percakakapan seperti ini sering terjadi…

Kerabat: Kamu kuliah dimana?

Saya: UM

Kerabat: Oh, Muhammadiyah ya?

Saya: Bukan, Universitas Negeri Malang.

Kerabat: Oh, UNM? Jadi guru dong setelah lulus?

Saya: Bukan, UM, Universitas Negeri malang depannya Matos, dulu Namanya IKIP. Gak jadi guru, kok. Gak ambil Pendidikan.

Kerabat: Loh, kok bisa gitu?

Nah, untuk menjawab pertanyaan kerabat tersebut, tentu saja kita harus mengetahui sejarah pergantian nama UM. O tidak aku maba aku gak tau apa-apa! Bagi kalian para maba, ojo bingung! Jadi, gini…

Kampus yang lebih terkenal dengan nama IKIP ini memang baru meresmikan singkatan bekennya sebagai UM sejak 3 Mei 2011 silam. Dilansir dari Tempo, (mantan) Rektor UM, Suparno menyatakan bahwa sudah waktunya bagi UM untuk percaya diri dengan menghilangkan identitas negeri pada singkatannya. UM sudah memiliki kredibilitas dan popularitas yang baik.

Ooo begitu, namun ternyata sampai 2019 masih banyak masyarakat yang tidak tahu dan kebingungan, tuh!

Hal tersebut agaknya terjadi karena UM memang sebelumnya berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang, yang diresmikan oleh Prof. Mr. Muhammad Yamin pada 18 Oktober 1954.

Hmm, umur berapa saat kita itu? (belum lahir lah) umur berapa saat itu kerabat kepo kita? Bahkan PTPG lebih tua dari nenek saya.

PTPG kemudian berubah status dan nama menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unair pada 10 November 1954, seiring dengan berdirinya Universitas Airlangga di Surabaya. Pada 20 Mei 1964, FKIP Unair secara resmi berubah nama menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (IKIP) Malang berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.

Kemudian, pada 4 Agustus 1999 nama IKIP berubah menjadi Universitas Negeri Malang berdasarkan pada SK Presiden RI No. 93. Sedangkan singkatan UM sendiri merupakan hasil rapat senat UM pada 28 April 2011.

Jadi seperti itulah sejarah singkatnya. Apabila terlalu rumit untuk menjelaskan panjang lebar begitu karena membutuhkan tenaga ekstra. Maka, cukup katakan:

“Karena UNM sudah keduluan dipakai Universitas Negeri Makassar, jadi kampus kita pakai saja UM.”

Syukur-syukur kalau kemudian nggak ada yang nyeletuk, “peh! tak kira biar jadi universitas negeri rasa swasta, lah ‘negeri’nya ilang e.”

Baca juga: Maba Ojo Bingung – Jomblo adalah panggilan yang Akan Sering Kamu Dengar

Tim Redaksi

Tulisan ini adalah tulisan pembuka bagi rubrik spesial untuk mahasiswa baru yang Siar gagas, bertajuk #MOB, Maba Ojo Bingung. Siar juga menerima kontribusi tulisan mahasiswa UM yang berisi informasi segar, dapat juga berupa pengalaman seputar PKKMB ataupun kampus UM. Tulisan dapat dikirim ke [email protected] atau 083111646499.

satu Respon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA