Sekejap saja bila aku terbangun esok hari,
melihatnya dalam dekapan kabut asap.
mulai gunung hingga lautan telah mengisi
hari kelabu yang tercemar aliran pengap.
Jika suatu saat jatung tak berdetak,
dan nafas tak berhembus seketika.
Aku mengenang semuanya dalam kekal,
alunan sepi berlarut dalam segelas air soda.
Matahari tiba, lalu air soda telah
menguap sepenuhnya. Sebuah
perjalanan akan terus mengalir,
dari mimpi – mimpi dalam kota mati.
Telah kuhadirkan dalam tiap mampir
di jalanan dan foto yang kupegang.
— hingga pudar oleh waktu,
dan abadi dalam ingatan.
Bukalah tumpukan jendela rumahmu,
habiskanlah seluruhnya hingga huruf – huruf
runtuh di pelataran rumahmu.
Hingga tiba waktu terhenti, oleh
orang – orang haus serta lapar.
— dan mereka pernah kenyang.





