Lawan Represi dan Kriminalisasi, Aksi Kamisan di UIN Malang Usung Solidaritas Tanpa Batas

Kamis (15/5),  Aksi kamisan kembali hadir di depan gerbang utama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Moch. Fahmi/ Siar

Kamis (15/5),  Aksi kamisan kembali hadir di depan gerbang utama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Aksi ini merupakan bagian dari program aksi kamisan Road to Campus dengan mengusung tema Solidaritas Tanpa Batas! Lawan kriminalisasi Aktivis Buruh dan Rakyat.’

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat. Dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, dengan tetap menyuarakan berbagai isu meskipun diguyur hujan.

Isu yang mereka usung bukan sekadar narasi kosong. Di berbagai penjuru negeri: Malang, Semarang, Jakarta, hingga kota-kota lain. Para aktivis yang turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), justru ditanggapi dengan penangkapan dan penahanan. Selain itu salah satu yang turut jadi sorotan pula: mahasiswi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diduga dijerat UU ITE atas tuduhan pencemaran nama baik Presiden.

Zizki, fasilitator Aksi Kamisan kali ini, menegaskan bahwa tema pada gelaran aksi kamisan kali ini adalah wujud solidaritas terhadap korban penangkapan yang dilakukan oleh aparat.

“Kita bersolidaritas terhadap teman-teman yang ketangkap, ataupun yang ditahan pada aksi di Pasca May day di Semarang dan Jakarta Bandung dan beberapa daerah yang lainnya. Dan juga  menyikapi terhadap adanya penahanan terhadap salah satu mahasiswi ITB yang terkena UU ITE terhadap pencemaran nama baik terhadap presiden,” ujar Zizki.

Sebagai bentuk aksi dan respon terhadap tindakan-tindakan aparatur negara, Aksi Kamisan telah menjadi penyalur aspirasi terhadap pemerintahan, hal tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat umum dan para mahasiswa khususnya Mahasiswa UIN Malang.

“Hari ini itu mahasiswa-mahasiswa, khususnya mahasiswa UIN Malang juga banyak yang datang. Mereka juga memiliki rasa yang mulai peka terhadap permasalahan sosial di sekitar mereka dan ingin menggali juga apa sih itu kamisan dan respon masyarakat juga udah baik,” ungkapnya.

Selain sebagai bentuk dukungan terhadap korban-korban penangkapan oleh pihak berwajib, aksi ini juga bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat umum dengan cara menyebarluaskan informasi terkait isu-isu sosial yang berada di indonesia terutama isu mengenai tindakan represif pihak berwajib terhadap aktivis-aktivis.

Zizki juga menyampaikan bahwa penting untuk terus mengingat serta menyebarluaskan informasi sebagai bentuk solidaritas terhadap massa yang saat ini tengah ditahan.

Aksi Kamisan ini diharapkan bisa membuat mahasiswa melek terhadap isu-isu sosial dan sebagai salah satu upaya untuk mempopulerkan aksi kamisan, selain itu untuk menjalin solidaritas antar mahasiswa dan menanggapi terkait isu-isu yang berada di kampus.

“Untuk tujuan dari kamisan Go To Campus untuk  menyebarluaskan informasi, menjalin solidaritas antar kampus di Malang, dan agar semua orang, semua elemen entah itu pelajar, mahasiswa masyarakat dan perdagangan mengerti apa itu kamisan dan apa sih yang dilakukan kamisan itu,” tandas  Ziski. 

Penulis: Erlang Kurniawan (Magang Siar) 

Editor: Moch. Fahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


🔎 Apa yang ingin kamu cari?
Search
🔥Terbaru