Kota – kota dalam mimpi.

Sekejap saja bila aku terbangun esok hari, melihatnya dalam dekapan kabut asap. mulai gunung hingga lautan telah mengisi

Naufal Hafizh Numuda/ Siar

Sekejap saja bila aku terbangun esok hari,

melihatnya dalam dekapan kabut asap.

mulai gunung hingga lautan telah mengisi

hari kelabu yang tercemar aliran pengap.

Jika suatu saat jatung tak berdetak,

dan nafas tak berhembus seketika.

Aku mengenang semuanya dalam kekal,

alunan sepi berlarut dalam segelas air soda.

Matahari tiba, lalu air soda telah

menguap sepenuhnya. Sebuah

perjalanan akan terus mengalir,

dari mimpi – mimpi dalam kota mati.

Telah kuhadirkan dalam tiap mampir

di jalanan dan foto yang kupegang.

— hingga pudar oleh waktu,

dan abadi dalam ingatan.

Bukalah tumpukan jendela rumahmu,

habiskanlah seluruhnya hingga huruf – huruf

runtuh di pelataran rumahmu.

Hingga tiba waktu terhenti, oleh

orang – orang haus serta lapar.

— dan mereka pernah kenyang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


🔎 Apa yang ingin kamu cari?
Search
🔥Terbaru