barangkali tulisan ini tidak indah
barangkali kopimu tak manis ketika membacanya
ya, mungkin memang tidak pernah manis
semanis janji tikus kepada saudaranya yang ingin roti kukus
sayangnya ini bukan sekedar tikus dan roti kukus
barangkali kita hidup dalam ampas kopi
yang manisnya diambil tikus tadi
rakus, tak pernah kenyang meski harga melambung tinggi.
ia pandai mengganti kulit,
pandai pula mengganti sumpah
setiap musim pemilihan arah.
barangkali kita terlalu lama percaya
bahwa pahit adalah tabiat kehidupan,
sampai lupa pahit juga bisa diwariskan.
ada yang menyesap gulanya lebih dulu,
meninggalkan hitamnya untuk kita seduh setiap pagi.
lalu mereka menyebutnya pemerataan rasa.
kita menertawakan luka agar tak terdengar sedang menangis.
kita menyebut kenyang pada perut yang sekadar berhasil bertahan.
barangkali bukan kopinya yang berubah,
melainkan cangkir-cangkir itu yang tak lagi dibagikan dengan adil.
dan bila suatu hari kau bertanya mengapa aroma kopi tak lagi menghangatkan,
jangan buru-buru menyalahkan bijinya.
mungkin, sejak awal yang diseduh bukan harapan,
melainkan sisa-sisa yang tak sempat dihabiskan mereka.
ah, lupakan bait yang baru saja singgah
bukan tak berani,
barangkali rasanya memang kita hidup dalam ampas kopi.
Baca Juga
Target Pasarnya Bukan āKitaā
31 Juli 2026
Menggambar Hujan
31 Juli 2026
Ya, Coba Biarkan Tanpa Tangan-Tangan Itu
5 Juni 2026
Tanggal Kau Tinggal Aku
28 April 2026

Rumahku yang Berusia 81 Tahun
17 Agustus 2026

Target Pasarnya Bukan āKitaā
31 Juli 2026

Menggambar Hujan
31 Juli 2026

Ya, Coba Biarkan Tanpa Tangan-Tangan Itu
5 Juni 2026


Tanggal Kau Tinggal Aku
28 April 2026