Sejumlah kolektif yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi yang bertajuk “Indonesia Sekarat! Lawan Militerisme, Bangun Persatuan Rakyat” yang dilaksanakan tepat di Monumen Lokomotif, Kayutangan Malang, Jumat (28/08/2026)
Massa aksi memadati Monumen Lokomotif sekitar pukul 16.00 WIB, sembari membawa poster, spanduk, hingga selebaran yang dibagikan oleh massa aksi kepada masyarakat sekitar.

Dalam aksi ini, orator dari berbagai kelompok menyuarakan kritik terkait kondisi sosial politik Indonesia yang hingga saat ini belum kondusif.
Ahmad, salah satu konsolidator aksi, mengatakan bahwa aksi ini bertujuan memperingati satu tahun Prahara Agustus sekaligus mengampanyekan tuntutan-tuntutan yang dibawa sejak Agustus tahun lalu hingga kini.
“Tujuannya juga agar rakyat semakin paham, semakin tahu bahwa sekarang itu sudah sekarat oleh pemerintah yang semakin militeristik, dan sebagai rakyat yang hidup dalam tekanan militer kita harus bersatu dan bangkit,” Ujar Ahmad.
Dalam aksi ini, terdapat pembacaan pernyataan sikap oleh orator dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu. Terdapat 17 tuntutan dibacakan, antara lain:
1. Stop PHK massal, berikan lapangan kerja dan upah yang layak, sahkan UU Ketenagakerjaan yang pro buruh,
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM,
3. Bangun industri nasional yang berorientasi pada kebutuhan rakyat, bukan keuntungan oligarki dan investor asing,
4. Jalankan reforma agraria sejati, berikan tanah untuk petani miskin,
5. Stop kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat adat,
6. Hentikan segala bentuk intimidasi, kekerasan, pelecehan, dan kriminalisasi terhadap perempuan yang berjuang mempertahankan tanah,
7. Sahkan RUU masyarakat adat,
8. Hentikan militerisasi ruang sipil, kembalikan TNI ke barak,
Dan tuntutan-tuntutan lainnya yang mendesak untuk hukum yang lebih adil dan memihak pada rakyat.
Terakhir, Ahmad berharap aksi ini menjadi tonggak penyebar informasi kepada publik tentang permasalahan yang ada di Nasional dan lokal. Serta, menjadi simbol solidaritas kepada korban prahara Agustus 2025.
“Tentu harapan besar saya secara pribadi melihat pemerintah kita agar bahwasanya kita tidak buta dan tuli. Masih ada kok orang-orang yang peduli, masih ada orang-orang yang tetap benar-benar mempunyai sikap patriotisme yang tinggi,” ujar Ahmad.

Penulis: Marfen S (Magang Siar)
Editor: Abilya M





