Jagat Arwah, salah satu film yang berani menggebrak genre perfilman Indonesia, akhirnya turun tayang pada tanggal 19 Oktober 2022 setelah bertahan di bioskop selama 21 hari. Sampai hari terakhirnya, Jagat Arwah berhasil mengumpulkan 108.202 penonton. Bisa dibilang, film ini tidak menarik banyak penonton. Padahal kalau diamati lebih lanjut, film ini menawarkan sesuatu yang segar di perfilman Indonesia, bahkan bisa jadi inspirasi bagi film lainnya. Sama seperti film Mencuri Raden Saleh yang juga diproduksi oleh Studio Visinema. Lalu apa yang membuat film ini ‘flop’ di bioskop?

Baca Juga : KKN di Desa Penari, Memang Bagus atau Hanya Overhype?

Seperti yang dibilang sebelumnya, Jagat Arwah menawarkan tema yang segar yaitu horor fantasi seperti film Constantine dan Ghostbuster. Kisahnya sendiri menceritakan tentang batu jagat yang berfungsi untuk menyeimbangkan jagat arwah dan jagat manusia. Namun, batu itu menyebabkan pertikaian yang membuat orang berebut untuk mendapatkan kekuatan batu itu. Akhirnya, dipilihlah wangsa paling hebat yaitu wangsa aditya yang nantinya akan menjadi penjaga batu jagat dari generasi ke generasi. Raga, seorang aditya 7 baru mengetahui semua hal itu setelah bapaknya meninggal. Akhirnya Raga terpaksa melatih indra keenamnya untuk menghadapi teror dari makhluk yang menginginkan batu jagat. Dalam latihannya, dia ditemani oleh Paklik Jaya dan hantu-hantu seperti Dru (Genderuwo), Kunti, dan Noni. Dari sinopsisnya saja terlihat sangat menarik bukan? Bahkan jajaran pemerannya pun tergolong aktor dan aktris kelas atas seperti Ari Irham, Oka Antara, Kiki Nalendra, Cinta Laura, Sheila Dara dan Ganindra Bimo. Bahkan aktor yang berhasil mendapatkan banyak penghargaan seperti Muhammad Khan (aktor Kucumbu tubuh Indahmu) ikut andil dalam film ini walau sebagai side character.

Namun, semua potensi itu tidak dapat menolong film itu untuk mendapat penghasilan lebih baik, minimal dapat menutup modal dari pembuatan film. Perlu diingat, hal terpenting dalam sebuah film adalah naskah film tersebut. Baik tidaknya sebuah film dilihat dari seberapa bagus naskahnya. Naskah meliputi alur cerita, pengkarakteran, pacing cerita, dan logika cerita. Bahkan, sehebat apapun aktor dan sutradaranya, kalau naskahnya buruk bisa dipastikan filmnya akan flop, hal itulah yang terjadi pada Jagat Arwah. Alur cerita yang datar tanpa ekspresi membuat film ini tidak memiliki emosi sepanjang filmnya, penonton dibuat bingung dengan apa yang mau disampaikan film ini. Bahkan pembangunan karakter antagonis film ini tidak bagus sehingga pertarungan terakhir terasa hambar. Belum lagi pacing yang terlalu cepat, membuat beberapa detail terlewatkan sehingga membuat cerita tidak jelas. Penulisan karakter menjadi sia-sia, banyak karakter yang tidak jelas tujuannya membuat penonton tidak bersimpati pada mereka. Salah satu contohnya adalah karakter utamanya yang tidak jelas apa tujuannya, bagaimana perasaannya pada bapaknya, terlalu datar. Belum lagi antagonis yang hanya bertujuan merebut batu jagat tanpa dijelaskan alasan utama dia ingin batu itu.

Baca Juga : Sweet Thriller in Sweet Home, Mengulas Kembali Drama Adaptasi Webtoon

Poin positif dari film ini adalah akting dari para pemainnya. Ari Irham, Oka Antara, Cinta Laura, Ganendra Bimo dan aktor lainnya membuat tokoh mereka ikonik dan mudah diingat penonton. Ya hanya saja, semua itu disia-siakan begitu saja. Penggunaan CGI di film ini termasuk dalam kategori bagus untuk film Indonesia. Lumine berhasil membawa elemen fantasi ke film ini. Penggambaran karakter seperti genderuwo cukup halus.

Niat Jagat Arwah ini bagus, mendobrak genre horor film Indonesia yang hanya dipenuhi oleh horor supranatural. Namun ide saja tidak cukup untuk membuat film ini bagus. Jika ingin dilanjutkan, film ini wajib untuk mengganti penulis naskahnya yang bisa membuat film yang lebih baik. Untuk saat ini belum diumumkan film ini akan tayang di mana setelah turun layar di bioskop, tapi pembaca bisa mendengar audio series Jagat Arwah di Spotify. Lalu ada juga film Indonesia dengan tema serupa yang sekarang tayang di bioskop, yaitu Qodrat, film yang disutradarai oleh Charles Ghozali dan dibintangi oleh Vino G. Bastian. Sejauh ini, review film memberikan tanggapan positif untuk film ini sehingga bisa coba ditonton bersama teman atau keluarga saat akhir pekan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here