Janji Desember 2024, UM Mart Baru Ditarget Rampung Awal Semester 2025

UM Mart direncanakan menjadi salah satu upaya mendukung kemandirian finansial Universitas Negeri Malang (UM) dalam statusnya sebagai Perguruan

Dystari Aulia Yasmin/ Siar

UM Mart direncanakan menjadi salah satu upaya mendukung kemandirian finansial Universitas Negeri Malang (UM) dalam statusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Gedung ini dibangun untuk memfasilitasi promosi sekaligus pemasaran produk karya mahasiswa maupun dosen. Meski bangunan UM Mart telah berdiri kokoh di kawasan kampus, gerai tersebut hingga kini belum juga dibuka, padahal peresmian semula dijadwalkan pada Desember 2024.

Sunaryono, Direktur Sarana, Prasarana, dan Aset Universitas Negeri Malang, menjelaskan keterlambatan tersebut terjadi disebabkan faktor teknis lapangan, dimana proses perencanaan dan pelaksanaan yang sedikit mundur dari target semula. 

“Jadi biasa saja cuman memang proses apa namanya proses mulai dari perencanaan kemudian pelaksanaan agak sedikit molor dari rencana semula gitu ya. Jadi yang semula kami targetkan itu di bulan Juli itu sudah sudah selesai. Ternyata proses untuk pekerjaannya agak sedikit mundur makanya penyelesaiannya juga mundur. Itu saja. Jadi kendala teknik saja,” jelas Sunaryono. 

Selain itu ia mengungkapkan bahwa ada pekerjaan tambahan dalam interior, dan sekarang progres interiornya sudah mencapai 54,48 persen. Pekerjaan tambahan tersebut difokuskan pada penyelesaian lantai dua yang akan digunakan sebagai area display, serta lantai tiga yang direncanakan menjadi foodcourt atau Pusat Jajanan Selera Rakyat (PUJASERA) lengkap dengan area tempat duduk.

Meskipun begitu Sunaryono menjelaskan bahwa meski tidak sesuai jadwal awal, pembangunan UM Mart kini ditargetkan rampung pada semester pertama 2025.

“Target kami akhir Agustus atau pertengahan September selesai, dan kami minta untuk dipercepat,” jelasnya. 

Sunaryono menjelaskan dalam pengelolaannya, UM Mart berada di bawah Badan Pengelola Usaha dan Dana Abadi (BPUDA) yang bekerjasama dengan Direktorat Aset. Sementara itu, pengelolaan foodcourt akan melibatkan kerja sama dengan tenant melalui sistem kontrak tahunan yang diharapkan dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak.

“Ya, nanti kita akan berkontrak dengan tenant gitu ya sama seperti kantin-kantin yang lain. Kita berkontrak selama setahun, kemudian kita evaluasi ketika hasilnya bagus kita akan bisa memperpanjang, kalau tidak nanti kita akan memberikan alternatif ke calon tenant yang lain seperti itu,” jelas Sunaryono.

Sunaryono menjelaskan meskipun mengalami keterlambatan, secara konsep UM Mart masih sama seperti rencana awal, yaitu tetap konsisten sebagai penyedia berbagai macam barang dengan fokus pada produk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tanpa bergantung sepenuhnya pada pemasok eksternal. 

Berbeda dengan koperasi yang lebih terbatas pada penyediaan kebutuhan perkuliahan, UM Mart dirancang mendukung kegiatan kampus dalam cakupan yang lebih luas, termasuk dengan menghadirkan 14 tenant di lantai teratas. 

Oleh karena itu, ia mengungkapkan pembukaan UM Mart akan berjalan seiring dengan penguatan Koperasi Mahasiswa sebagai upaya mengoptimalkan potensi kampus. Menurutnya, seluruh potensi yang ada di lingkungan universitas tidak akan diabaikan, melainkan dikembangkan secara bersama-sama. Melalui sinergi tersebut, produk unggulan yang dikelola koperasi dapat difasilitasi di UM Mart, sehingga keduanya saling mendukung dalam meningkatkan kompetensi sekaligus kemandirian mahasiswa.

“Seluruhnya akan dikembangkan bersama-sama. Makanya nanti potensi-potensi yang bagus, yang ada di koperasi bisa dibuka di sana. Jadi itu kita ingin meningkatkan kompetensi yang ada di kita, potensi-potensi yang ada di kita dikembangkan bersama-sama,” ungkap Sunaryono.

Kehadiran UM Mart sebagai fasilitas penunjang belajar disambut dengan berbagai harapan mahasiswa. NF mahasiswa sosiologi angkatan 2023 berharap bahwa UM Mart dapat digunakan sebagai tempat mengerjakan tugas juga.

“Mungkin harapannya bisa jadi working study atau kaya tempat mahasiswa buat ngerjain tugas. Maksudnya memberikan opsi selain perpustakaan atau nggak kayak tempat duduk yang ada di sekitaran fakultas,” ungkapnya. 

Sejumlah mahasiswa lainnya juga berharap agar UM Mart dapat menjadi tempat yang mempermudah mahasiswa, khususnya mahasiswa dari asrama.

Dengan adanya UM Mart, baik mahasiswa atau pihak kampus berharap agar UM Mart dapat dimaksimalkan pemanfaatannya baik dalam kebutuhan akademik atau dalam kehidupan sehari-sehari. 

(erlg/imd/ys/zhr)

Editor: Tian Martiani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


🔎 Apa yang ingin kamu cari?
Search
🔥Terbaru