Tubuhku Penuh Luka

Oleh : Aksara.numuda Mengapa hari hari semakin suram, di balik dekapan bumi pertiwi yang fana dalam temaram. Mengapa

Naufal/ Siar

Oleh : Aksara.numuda

Mengapa hari hari semakin suram, di balik

dekapan bumi pertiwi yang fana dalam temaram.

Mengapa hari hari semakin seram, di atas

bukit berbintang yang mulai mencengkam.

Hingga mata mata mengintai di setiap balai kota,

mendekap kepulan asap yang mustahil tertangkap.

Ribuan kunang kunang punah terhadap luka, tubuhnya

menyala walau banyak darah, sayatan, bekas peluru.

Tak banyak harap, dalam pekat dunia yang kelam

di seruan bintang bintang jatuh terjun dalam kolam.

Tahun berganti menjadi hantu, hari menjadi momok

dalam seluruh kehidupan hingga mencapai retak.

Semuanya terjadi tersengaja, dalam hari ini

rasanya palsu dan menyeluruh dari tubuh negeri.

Waktu menjawab dengan kekecewaan setiap hari,

dan kegelapan menghantui kecerahan negeri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA