Pencurian Motor Mahasiswa di UM: Smartgate Belum Maksimal?

Malang – Kasus kehilangan kembali terjadi di lingkungan Universitas Negeri Malang (UM). Kafita Najwa Dharma, mahasiswi program studi

Wardah Al Jinan/ Siar

Malang – Kasus kehilangan kembali terjadi di lingkungan Universitas Negeri Malang (UM). Kafita Najwa Dharma, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) angkatan 2024 mengaku telah kehilangan sepeda motor pada hari Rabu (13/08) di sekitar gedung Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Sastra. Motor tersebut berjenis matic Vario hitam dengan plat nomor S 50460 OI.

Dalam sesi wawancara, Fita menjelaskan bahwa ia baru menyadari motornya hilang sekitar pukul 10.40 ketika akan membeli perlengkapan dekorasi. 

“Aku baru sadar kalau motorku nggak ada itu pas mau beli pita buat dekorasi. Saat mau dipakai motornya udah hilang. Bahkan sama temen-temen dibantu nyariin, tapi tetep nggak ketemu juga,” ungkapnya.

Fita segera melaporkan kejadian itu kepada petugas keamanan di gerbang Jl. Surabaya. Melalui rekaman CCTV, terlihat dua orang mencurigakan mondar-mandir di area parkir sebelum motor Fita hilang. Salah satu dari mereka tampak mengendarai motor Yamaha Vega, sementara rekannya berjalan kaki.

Menurut rekaman CCTV, motor milik Fita sudah dibawa keluar dari area kampus sekitar pukul 09.50 melalui gerbang Jl. Surabaya. Hanya berselang lima belas menit sejak ia tiba di Ormawa Sastra. Korban mengaku bahwa di jam tersebut, Ormawa Sastra memang masih sepi sehingga tidak ada yang menyadari pencurian motor tersebut secara langsung.

Setelah melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV, pihak satpam melaporkan dan mengirimkan semua bukti kepada polisi di daerah Dinoyo. Bukti meliputi rekaman CCTV, foto, termasuk plat nomor pelaku.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, rupanya motor pelaku sudah dibawa oleh leasing sejak lima tahun yang lalu dan telah dilelang. Menurut laporan, pemilik pertama motor pelaku sudah didatangi polisi sebanyak tiga kali dalam satu bulan. Hal ini menjelaskan bahwa pemilik motor yang sekarang adalah seorang buronan.

Menurut Fita, kasus pencurian motor ini tidak terlepas dari kurangnya penjagaan ketat oleh pihak keamanan kampus. Selain itu, meski sudah dipasang Smart Gate, tetapi perannya belum cukup maksimal untuk keamanan kendaraan.

Smart Gate di Jl. Surabaya itu berbeda dengan Smart Gate yang ada di gerbang lain. Di samping Smart Gate Jl. Surabaya itu ada yang bolong, sehingga memungkinkan motor keluar tanpa melewati Smart Gate,” jelas Fita.

Pihak keamanan kampus sendiri enggan memberikan keterangan resmi. Namun, pengelola Smart Gate Faul Hidayatunnafiq, S.Kom., M.M memberikan tanggapan dan membenarkan perihal celah kecil di samping Smart Gate terkait kasus ini.

“Kalau saya lihat di tracking-nya, motor itu masuk, tapi tidak keluar. Sehingga kalo diliat dari data, sebetulnya motor itu masih berada di dalam kampus. Jadi, si pencuri itu keluar lewat gate yang tidak resmi. Sekalipun portal rusak dan dibuka secara manual, kameranya tetap merekam,” jelasnya.

Faul menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengembangkan sistem autentikasi berbasis aplikasi guna mencegah pemalsuan plat nomor dan meningkatkan kontrol keluar-masuk kendaraan. Selain itu, akan dilakukan perbaikan dengan menutup jalan tikus supaya tidak dimanfaatkan oleh pelaku pencurian.

“Nanti akan dikembangkan autentifikasi berupa aplikasi di HP masing-masing. Jadi nanti yang boleh masuk dan tidak boleh keluar dengan plat nomor [tiruan] bisa dikontrol melalui aplikasi di HP. Autentifikasinya dapat dimatikan. Siapapun yang meniru atau bahkan kendaraan saya dicuri tidak akan bisa. Jadi itu berfungsi untuk mencegah plat nomor [tiruan] itu keluar. Selain itu, jalan tikus juga akan kita tutup,” ujar Faul.

Ia juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa supaya lebih hati-hati lagi. 

“Kita nggak boleh sembrono ya kalau di dalam kampus. Kita harus tetap waspada dan jangan sampai menyepelekan. Terutama barang-barang yang dibawa seperti tas, helm, dan lain-lain itu juga diamankan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Faul meminta supaya seluruh mahasiswa turut menyuarakan aspirasi terkait pengembangan Smart Gate. Apabila terdapat kendala di lapangan, mahasiswa diharapkan melapor kepada petugas supaya dilakukan evaluasi dan perbaikan lebih jauh lagi.

(ags/brn/njwh/rsn/wrdh)

Editor: Talita Lathifatur Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


🔎 Apa yang ingin kamu cari?
Search
🔥Terbaru