Air Tanah Air dan Pepohonannya

Air tergelincir dari langit menuju tanahMencari akar yang onggoknya telah punahMencari daun yang awalnya rapat menjadi berjarakBurung-burung beterbangan

Riska Yulistiya/Siar
Air tergelincir dari langit menuju tanah
Mencari akar yang onggoknya telah punah
Mencari daun yang awalnya rapat menjadi berjarak
Burung-burung beterbangan mencari teman
Para hewan marah kehilangan hunian

Sedang, para penguasa tertawa di atas kursinya

Haha-hihi katanya

Mereka merayakan pundi atas luka semesta
Menulikan telinga dari makhluk yang tak berdaya

Gurun hijau itu berbaris angkuh di atas tanah
Membungkam hutan yang kini telah punah
Satu dunia tau hijau itu hanyalah semu
Alam itu merintih kehilangan restu
Air yang tak dihormati berlarian menerjang riuh
Gelondongan pun menjadi saksi bisu

Tanah itu menangis sejadi-jadinya
Karena ia dipaksa untuk melupakan banyak nama
Ia dipaksa melupakan teman-temannya
Dan ia dipaksa mengabdi pada satu nama.
Air dilepaskan tanda ia tak lagi sanggup menahan.
Sebab akar, teman setianya, telah menghilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


šŸ”Ž Apa yang ingin kamu cari?
Search
šŸ”„Terbaru