Infografis: Serba-serbi Persiapan Karier Mahasiswa

Karier dapat dikatakan menjadi hal penting dalam kehidupan tiap individu. Masyarakat Indonesia menganggap kesuksesan karier sebagai tujuan hidup. Karier dalam hal ini bukan sebatas pekerjaan atau profesi saja, tetapi serangkaian proses yang dilalui untuk mencapai kesuksesan. Persiapan karier dapat dimulai dengan mengenali potensi diri, yang kemudian dilanjutkan dengan memahami karakteristik pekerjaan, lingkungan internal, dan lingkungan eksternal (Yusuf, 2002).

Di kalangan mahasiswa, pandangan soal karier menjadi hal yang serius. Anggapan masyarakat bahwa pendidikan tinggi harus memiliki karier yang cemerlang, ditambah lagi ketatnya persaingan dunia kerja, menimbulkan tekanan tersendiri bagi mahasiswa. Oleh sebab itu, mereka idealnya berupaya mempersiapkan karier sedini mungkin. Meski, tak sedikit juga yang memilih untuk tak ambil pusing.

Lantas, seperti apakah serba-serbi persiapan karier mahasiswa? Dalam kurun waktu 12–23 November, Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Siar mengumpulkan data melalui Google form. Ada total 119 responden mahasiswa dari berbagai kampus yang memberikan bocoran soal persiapan karier mereka. Berikut infografisnya.

Infografis: Nisrina/Siar

Mayoritas responden merupakan mahasiswa yang berada di semester 3, 5, dan 7. Sebanyak 71,4% dari mereka mengaku telah menyiapkan karier di masa depan. Untuk menunjang hal tersebut, 74,8% responden bekerja sambil kuliah. Langkah-langkah yang diambil untuk mempersiapkan karier pun bermacam-macam. Tiga kegiatan yang paling banyak dilakukan yakni mengikuti workshop atau webinar, mengasah soft skill dengan berbagai kegiatan yang relevan, dan bergabung dengan organisasi atau lembaga tertentu. Salah satu responden yang berkenan dihubungi, Shovwatur, mengungkapkan bahwa persiapan kariernya relevan dengan pekerjaan yang ia rencanakan. “(Dalam menyiapkan karier, saya) Mengikuti berbagai webinar yang berhubungan dengan pengalaman kerja (nantinya), dalam lingkup perbankan,” ungkapnya via WhatsApp, Senin (22/11).

Jurusan kuliah menjadi hal yang penting dalam penentuan karier, sebab jika ingin profesional, seseorang harus memiliki ilmu yang tepat dengan kariernya. Oleh karena itu, pertimbangan sebelum memilih jurusan kuliah sangat diperlukan agar tidak terjadi tragedi salah jurusan. Untungnya, 78,2% responden meyakini bahwa jurusan kuliah yang mereka ambil saat ini telah sesuai dengan pekerjaan yang mereka inginkan di masa depan. Responden lain, Bunga, meyakini hal tersebut. “Yakin (jurusan yang diambil sesuai), karena saya menikmati jurusan yang saya ambil. Bekerja (akan) lebih mudah jika kita menyukai bidangnya.” katanya pada Senin (22/11) via WhatsApp.

Selain dalam bidang akademis, organisasi juga dinilai dapat membantu persiapan karier, atau bahkan membangun karier itu sendiri. Sebanyak 73,9% responden setidaknya mengikuti satu organisasi. Mereka merasa bahwa organisasi yang mereka ikuti menambah pengalaman, skill, dan prestasi mereka. Lebih lanjut, 55,5% responden menyetujui bahwa jabatan organisasi dapat memberikan nilai lebih ketika melamar pekerjaan. Meski begitu, lebih dari 50% responden tidak berambisi untuk menjadi pengurus inti dalam organisasi.

Dengan demikian, kita mengetahui bahwa karier tidak bisa dibangun secara instan. Perlu persiapan sedini mungkin, serta bekal yang cukup agar masa depan tidak menjadi bayang-bayang buruk bagi seseorang. Data yang telah didapatkan Tim Litbang LPM Siar menunjukkan bahwa persiapan karier mahasiswa begitu variatif. Baik dari segi akademis maupun nonakademis.

p

Penyusun: Allis Yuningtyas, Diana Yunita, Ratna Puspita Sari

Penyunting: Yusrica Paulina

Tinggalkan komentar