23 Juli 2024 7:57 AM
Search

Bukan Sekedar Obsesi, 10 Pertanyaan Ini Mungkin Bisa Membuatmu Lebih Dekat dengan Wibu Yuem

Kata “Wibu” sudah tidak asing lagi bagi setiap orang saat ini, faktanya kata “Wibu” sudah masuk KBBI sebagai

Gambar : Saskia Nashwa
Dokumentasi/LPM Siar

Kata “Wibu” sudah tidak asing lagi bagi setiap orang saat ini, faktanya kata “Wibu” sudah masuk KBBI sebagai kata serapan dari weeaboo. Wibu diartikan sebagai seseorang yang terobsesi hal-hal yang berbau jejepangan, mulai dari animasinya (anime), komik atau novel grafik (manga), kebudayaan Jepang seperti origami, bonsai, dan budaya lainnya.  

Keberadaan Wibu sebenarnya masih banyak yang memandang sebelah mata. Para  Wibu sering dianggap sebagai orang yang aneh karena mengidolakan hal-hal yang tidak nyata, bahkan Wibu sering disandingkan dengan orang yang susah bersosialisasi dan cenderung menutup diri. Bukan tanpa alasan seseorang menyukai tentang Jejepangan, beberapa dikarenakan sejak kecil sering menonton anime, sehingga terbawa hingga dewasa. 

Dengan populernya istilah Wibu dan banyak dari mereka yang tidak ingin merasa sendiri, maka terbentuklah komunitas Wibu Yuem di Universitas Negeri Malang (UM) sejak 10 September 2022 lalu. Adanya Wibu Yuem mendapat antusias yang drastis dari para Wibu, 

“Mungkin mereka merasa gak sendiri lagi karena ada yang merasa dikucilkan, jadi ketika ada komunitas Wibu Yuem ini senanglah gak sendirian dan ternyata banyak juga yang suka anime”, ungkap SP, ketua komunitas Wibu Yuem

Munculnya pertanyaan dan stigma dari orang awam, membuat kami awak LPM Siar ingin mengobrol lebih lanjut dengan SP.

Berikut 10 pertanyaan yang mungkin bisa membuatmu lebih dekat dengan komunitas Wibu Yuem!

1. Asal Mula dan Kenapa Wibu harus berkumpul?

Alasan dibentuk Wibu Yuem itu ketidaksengajaan, awalnya Wibu Yuem beranggota 4 orang saat bertemu di event Jejepangan itupun stranger sebenarnya. Setelah event ada sesi dokumentasi biar cepat buat grup untuk kirim dokumentasinya. Dari buat grup itu terus ikut event lagi kok seru. Akhirnya kita pertama kali menyebarkan link grup Wibu Yuem lewat Twitter (sekarang X) (@um_fess) dan mengumumkan bahwa ada komunitas Wibu di UM. Ternyata banyak yang berminat masuk grup itu sejak disebarkan jadi ga sampek seminggu anggotanya sudah lebih 200an, karena pada saat itu Whatsapp grup gak bisa menerima anggota grup lagi jadi ditutup lalu dibuatlah grup Discord seperti yang sudah dishare di Instagram (@wibuyuem). 

Sebenarnya ga harus berkumpul cuman karena memang ketidaksengajaan pengen aja mengajak para-para penyuka Jejepangan dan juga di Malang cukup sering ada event Jejepangan. Karena memang notabenenya para Wibu itu introvert maksudnya mereka itu sendiri-sendiri bukan orang yang bersosial. Karena pada suatu event umumnya mereka sendiri-sendiri kan gak enak  juga masa’ kita party di event Jejepangan tapi kok sendiri kan bukan party namanya. Akhirnya secara ga sengaja kita ‘ayolah kita buat suatu komunitas terutama komunitas Wibu Yuem’ maksudnya yang se civitas UM aja yang masuk, jadi ga ada alasan khusus sih. 

2. Apa sih bedanya Wibu dengan Otaku ? 

Bagiku sendiri gaada perbedaan selama seseorang tersebut menyukai Jejepangan (intinya budaya Jepang. Sebenarnya aku sendiri tidak mempermasalahkan istilah-istilah tersebut,  dan sebenarnya para penyuka Jejepangan tidak mempermasalahkan mau dipanggil Wibu, Otaku maupun Animers. Mungkin saat ada Wibu yang dibicarakan “woy lo wibu” ga pernah ada yang marah, ya kayak gitu mereka tidak mempermasalahkan mau dipanggil apapun. 

3. Sejauh ini, apa kegiatan dan pengalaman saat join komunitas Wibu Yuem?

Untuk Wibu Yuem sendiri masih sekedar ikut event luar aja dan sampai sekarang belum membikin event sendiri. Event yang terbaru yang diikuti beberapa anggota Wibu Yuem ada event Utsuru 8 di Mall Dinoyo City. 

Pengalaman unik menurutku setelah terbentuknya komunitas Wibu Yuem dan datang ke event pertama kali itu cukup seru, soalnya yang biasanya aku datang sendiri atau cuma berdua tapi sekarang jadi banyak temen yang ikut event, jadi party nya lebih terasa dan enjoylah untuk menikmati suatu event. Mungkin struggle  yang pernah dialami cuma anggota Wibu Yuem kurang aktif aja, karena gak semua orang jadwalnya free jadi ada yang bertabrakan dan sebagainya, sehingga agak susah kalo mau mengumpulkan banyak anggota dalam satu event

Selain event, Wibu Yuem sering diskusi di grup Discord tentang hal random. Tidak hanya tentang Jejepangan ataupun anime terkadang juga membahas KRS, sharing perkuliahan, dies natalis, dan hal random lainnya. Wibu Yuem juga pernah kumpul secara offline waktu hype angkatan 22 setiap minggu selama dua bulan penuh.

4. Apa  syarat join Wibu Yuem? Harus seberapa Wibu aku?

Syarat untuk jadi anggota Wibu Yuem tidak ada syarat yang spesifik. Mungkin cuma yang paham anime-anime yang lama ataupun sedang tren bahkan hanya lagu Jejepangan (J-pop) juga banyak itu gapapa masuk Wibu Yuem, kan yang penting jejepangan itu. Mungkin syarat kedua mereka harus civitas UM untuk bisa masuk grup, jadi kalo di luar anak UM mau masuk ya mohon maaf belum bisa. 

5. Kenapa para Wibu melekat dengan istilah nolep atau sulit bergaul?

Memang fakta di lapangan seperti itu karena pada umumnya seorang Wibu itu introvert. Nolep itukan slank dari no life artinya mereka ga seberapa bersosial dan mereka lebih senang menyendiri di ruangan/rumah.

6. Kenapa Wibu sering dikatakan bau bawang ?

Nah bau bawang itu kan sebenarnya karena mereka di rumah terus atau di kamar gamau keluar sampai dibilang bau badanlah seperti itulah awal mula istilahnya. Kalo itu aku ga bisa ngelak juga, tapi itu hanya beberapa doang yang seperti itu. Tapi ada juga kok mereka Wibu itu yang cakep dan wangi dan memang yang bersosial itu ada juga, jadi hanya stigma aja balik lagi ke individu. 

7. Apakah benar Wibu lebih suka budaya negara Jepang daripada negara sendiri (Indonesia)?

Kalo bagiku itu agak kasar ya soalnya bagiku sendiri para Wibu ini tidak menduakan budaya indonesia, cuma sembari belajar budaya Indonesia juga sembari belajar budaya Jepang juga. Jadi gak mengesampingkan namun belajar keduanya. Mungkin sama seperti belajar Bahasa Inggris tanpa melupakan Bahasa Indonesia. 

8. Menurut orang awam, Wibu sering dianggap remeh saat mengidolakan karakter 2 dimensi, wdyt?

Kenapa kok para Wibu bisa tergila-gila dengan karakter 2 dimensi ini kan, ya karna cerita-cerita di anime itu relate ya dengan apa yang dirasakan penontonnya. Gak sedikit anime itu sedih banget ada, bahagia banget ada. Jadi kayak drama-drama lain entah itu korea drama atau china drama seperti itu. Jadi sama halnya mengidolakan K-pop jadi kita mengidolakan husbu/waifu, cuma beda ranah aja kita juga terinspirasi dari situ kalo yang lain dari K-pop gitu. Selain itu, nonton anime sebagai hiburan para wibu sama halnya kalian nonton spongebob atau upin dan ipin kan awalnya sebagai hiburan jadi akhirnya suka. 

9. Apakah benar Wibu atau Otaku tidak suka kalo anime disebut kartun?

Mereka ga masalah, tapi masalahnya kalo anime disamakan dengan kartun itu kurang tepat. Karena kalau kartun itu seperti Spongebob, Upin & Ipin, sementara anime itu contohnya Kimi no Nawa, jadi perbedaanya bisa dilihat dari grafisnya juga kita bisa lihat udah beda, dan anime juga ada banyak genre dramanya.

10. Bagaimana tanggapan tentang para Wibu dengan K-popers yang sering dikatakan berseteru ?

Aku belum mengikuti secara penuh tentang itu walaupun aku juga aktif di Twitter, tapi sebenarnya anak-anak Wibu itu santai lo kalo mereka dimaki dan terkadang menerima. Kembali ke individunya juga karna para Wibu ini kan orangnya santai, misal karakter anime yang disukai mereka dimaki-maki mereka terima dan para Wibu itu gak memancing sih. Biasanya orang-orang luar yang bukan Kpopers dan yang bukan Wibu tapi mereka mengadu domba. Mungkin alasannya mereka iseng aja sih cuma mau ada drama namanya aja medsos kalo ga drama ga asik. 

Wibu Yuem “ara-ara~” hal wajib sebelum masuk grup ara-ara

Penulis : Saskia Nashwa, Hidayati / LPM Siar

Editor : Delta Nishfu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA